Senin, 27 Agustus 2012

Rindu "sahabat"

mata yang berlinang menatap haru,,
tangis tak dapat ku bendung.
di tempatku aku terpaku membisu..
sunyi semakin mempertegas kebisuan hati.
bernostalgia aku dengan kesepianku
mulai meratap..

kemana aku harus melangkah..?
aku tak pernah tau..
kemana harus ku cari,,?
kesurga kah,,?
aku rindu tawamu,,
aku rindu ceriamu,,
aku rindu akan ragamu dengan wajah yang selalu bersinar..
segelintir janji yang kini aku rindukan..

ohh, tuhan,, knapa kau panggil dia lebih cepat..
di saat aku mulai mngerti arti sebuah persahabatan.
kau mangambilnya dariku.
aku tau dia adalah milikmu..
tapi knapa harus saat ini..
kenapa bukan esok atau lusa atau kapan..
kenapa harus dia yang kau ambil.
tapi yakin mungkin itu yang terbaik untuknya.

tuhan,, boleh aku bertanya,,?
apa kau tempatkan dia di sisimu,,?
tuhan bolehkan aku mengenang sahabatku..?

sahabat,,aku rindu..
aku rindu..
aku rindu sahabat.
aku masih ingat janjimu, aku masih ingat janji kita..
aku masih ingat dengan bangganya kau ceritakan cita" mulia mu..
aku masih ingat sahabat,,
aku ingat, dan bahkan ingatanku takan hilang tentang mu,,

bolehkah aku menangis sahabat,,?
aku tau kau takan senang jika aku menangis..
apa kau tau..
aku sendiri setelah kau pergi.
aku coba kuat seperti yang kau pinta..
tapi aku telah mngecewakan mu.
aku tak dapat menahan air mata ini.
aku terlalu lemah tanpamu..

sahabat kau tetap sahabatku.
meski kini dunia kita tlah berbeda,,
sahabat aku akan kirimkan rinduku
pada do'a ku untukmu..
sahabat,, sampai ketemu lagi dialam sana nanti..






Sabtu, 25 Agustus 2012

Dalam Do'a Sujudku


part two_

‘’Jai sayang makan dulu yu !’’ suruh Ema sambil mengantarku ke dapur, yah kini aku hidup bersama Emaku, wanita tua yang sangat menyayangiku , da juga aku sayangi. Dia pengganti Mama di hidupku. Terkadang dia buatku rindu akan kehadirannya. ‘’Jai makan yang banyak yah na,,, Ema pergi ke sawah dulu, kalau sudah makan piringnya taruh di dapur yah na..’’ paparnya sambil berlalu.
Kubawa santapanku ke ruang TV, mmmmm……’’makan sambil nonoton…’’ kata Bang Rian.. akupun langsung melahapnya.
***
Malam kini datang, setelah temanku memberi senyuman yang indah, aku memang masih kecil tapi aku tahu , apa yang aku suka saat ini. Huuummmmpt….. ‘’bersama bintang……!!!!!’’ tukas ku. Perlahan air mataku menetes melintas di pipi cabiku, “star…………..’’ aku mulai mengawali pembicaraanku, mereka tersenyum mengiburku, ‘’kou melihat Mama dan Papa ku star .. ?’’ tanyaku dalam kelam, didepan jendela kamar kecilku. ‘’ mereka meninggalkan aku star………..kalian mungkin mengerti  akan kisah ku.. aku sangat merindukan Mama yang selalu memujiku, mengajariku mengenali  hal baru di dunia ini,, star…. Pelukan Mama yang ku ingat
begitu ikhlas dan tulus, dan satu lgi star… aku juga rindu Papa,, aku masih ingat saat ia menggendongku, dan tertawa bersama Bang Rian dan  Bang Yosi .. mmmm……… kini tak ada lagi Bang Rian yang selalu tidur bersama ku, ia kini sibuk dengan tugas sekolahnya..apalagi Bang Yosi,,dia sibuk bermain dengan teman-temannya, terkadang ia tak pulang…. Dan yang saat ini aku punya hanya kou dan Ema…..’’ air mataku ta henti menetes hingga aku tidur terlelap  ‘’good bye star….. I love you…..’’
***
Sinar pagi yang menggelitik ku untuk bangun dan bergegas mandi… yang pasti mandiri uuummmpt….. mandi sendri maksudku … :D ,, kini tiba waktunya makan,, sarapan sendiri… kalau yang ini beda lagi.. kursi pada kosong… yah hanya ada aku dan benda mati di sekitarku… kedua abangku entah kemana.. dan Ema ,dia sibuk beres-beres rumah… suasana yang menyebalkan…….!!!
Suasana seperti ini mengingatkan ku pada zaman dulu… tapi bukan zaman nenek moyang maksudku..
Masa sebelum Papa dan Mama ku menghilang… saat tawa bahagia selalu bersamaku…. Kini mungkin dunia membenciku,,, padahal aku tak pernah berbuat salah pada hidupku… tapi ntahlah star…… dunia ini kejam.. seakan menyiksa ku.. salamkan pada Papa dan Mama ku yah star… sampaikan rinduku yang sebesar sayangku pada mereka…….
‘’Pagi  anak – anak ,, sekarang kita mulai belajar menggambar dan mewarnai  yah….’’ Papar bu yeni ibu guru TK ku, semua teman ku pun bersorak ramai.. yah termasuk aku….
Tiba – tiba bu guru menghampiriku……………
‘’Jai…….ini siapa ?’’ Tanya nya sambil menunjuk kearah gambar yang ku maksud Ema, ‘’ ini Emaku Bu dan ini temanku star.. kalau ini keluargaku…..abangku dan Mama Papa ku bBu……… baguskan ?’’ tanyaku,, ‘’ iyah bagus sekali Jai… oh yah kapan Mama mu pulang dari Saudi Arabia ?’’ tanya bu guru tiba-tiba . yang jelas aku tak mengerti  tentang  itu,  aku mengerutkan kening… uuummmmpt ….. apa yang dimaksud Saudi Arabia yah ? apa semacam makanan ? atau mmmmm…… semacan boneka ?  ataukah itu teman seperti star ?
sungguh aku tak tau apa itu Saudi Arabia …
ya tuhan mungkinkah itu surga ? apa Mamaku pergi ke surga ? mengapa dia tak ajak aku ? ‘’ sudah lah Jai lupakan pertanyaan itu..’’ tambah bu guru.
Sepulang sekolah aku mengerjakan PR ku. Dan Ema…? beliau pergi berdagang untuk menafkahi aku dan abangku yah hanya itu yang ku tahu. Aku ta sendiri dirumah ada star di siang hari yang menemaniku , dan Jone sahabat dekatku…
‘’Kou tahu Saudi Arabia Jone ?’’ tanyaku, Jone terdiam dan sibuk dengan mainannya, ‘’aku tak tahu, tanyakan saja pada Emamu…!’’ balas Jone ‘’Apakah itu surga?’’ tambahku ‘’Jai kou sungguh cerewet .. !’’  balas Jone, aku pun terdiam dan menggalingkan bibirku ‘’huuhhhh’’.


‘’aku ingin ke surga, pergi ke Saudi bersma Mama dan Mama akan melihat aku tertawa’’
‘’hei Jai kou berisik ……!!!’’ tukas jone aku berhenti berlagu.. ‘’ maaf aku ta akan berlagu lagi’’ tembalku ‘’ sudahlah aku pulang saja, lagian kou juga sudah punya boneka star mu itu..’’ jelas jone dan pergi berlalu.
‘’aku salah star…….seharusnya aku tidak mengganggu nya …’’
Sekilas wajah Mama terlihat dalam lingkaran mataku, dia sungguh cantik dan ayu,,, ‘’Mama aku ingin bersamamu kali ini… aku rindu Mama’’ tapi itu hanya bayangan wajah Mama berganti dengan wajah keriput Ema ‘’ bangun Jai kou sedang bermimpi…’’ kata Ema sambil menggendongku. Ntah apa yang buat  Ema menagis ‘’aku salah lagi star,, Ema menangis saat aku terbangun’’ gumamku dalam hati ‘’Ema maafkan Jai, ‘’ Ema hanya tersenyum menghapus air matanya yang suci…
***
Adzan Subuh berkumandang ku bawa air wudhu seperti yang Ema ajarkan , dan bergegas shalat…. Dalam doa sujudku aku berharap  Mama akan kembali padaku….aku rindu kalian hari ini,,,,, aku telah menyakiti orang yang menyayangiku.. jone dan ema… apakah bumi akan menambah hukumanku ? apakah bumi juga akan mengambil abang – abang ku .. ya tuhan aku ingin mereka kembali bukan pergi…. Oh yah tuhan,…… apakah kou  tahu apa itu Saudi Arabia ? mungkin aku akan dapatkan jawaban di sana tentang Mama dan Papaku yang menghilang…. Yah dan tentang misteri pertanyaan ku selama aku hidup.. pertanyaan yang akan selalu kunantikan jawabannya… yang akan menghapus semua lara dalam hidupku dan akan mengembalikan hidup  tawa bahagia ku.. bantu aku ya tuhan hambamu yang kecil dan sendiri ini memohon petunjuk _MU.

the end_

Karangan Fhuutz Ifhuutz C'aasytheaa

Dalam Do'a Sujud Subuhku

PART ONE__
Aku Jai , umurku 5 tahun, aku lahir di ibu kota Di salah satu pulau bersar di Negara ku yah Kalimantan. Ceritaku kini buat ku benci  pada duniaku sendiri , kalian mengerti maksudku ?
***
Kini hari telah gelap, aku menantikan seorang teman yang selalu ada untukku. Yang terkadang buat ku rindu pada sosok wanita harapanku selama ini. Awalnya aku ta mengerti takdir apa yang tuhan berikan kepadaku . Aku merasa sendiri  , tak ada yang sayangi aku, yah termasuk kedua orang tua ku.
Waktu umurku 4 tahun, ada sebuah kejadian di rumah yang benar -benar  tak aku mengerti sama sekali,
Sejak sore itu aku ta lagi melihat papa ku. Mama menangis , ntah apa yang ia tangisi , aku juga heran, seorang wanita muda menggandeng tangan papa, Abang Rian dan Abang Yosi juga ikut bersedih dan marah- marah . “Kou ta akan
mengerti ini bocah kecil.” gumam paman ku sambil menggendong ku, “Jai kou kasihan sekali na.’’ tambahnya dengan memelas. Aku hanya bisa menatap wajah paman dengan prihatin, yah mungkin dia mengerti maksud dari tatapanku.. sejak dari itu Papa tak pernah muncul di hari -hariku yang mungkin tergolong  tak indah.
mengerti ini bocah kecil.” gumam paman ku sambil menggendong ku, “Jai kou kasihan sekali na.’’ tambahnya dengan memelas. Aku hanya bisa menatap wajah paman dengan prihatin, yah mungkin dia mengerti maksud dari tatapanku.. sejak dari itu Papa tak pernah muncul di hari -hariku yang mungkin tergolong  tak indah.
Sering aku merasa iri pada teman sebaya ku , saat mereka mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Digendong Papa, di peluk Mama dan yang pasti di omel Mama juga. Hemmmmm kapan mereka akan kembali padaku tuhan ?
***

Pengarang Fhuutz Ifhuutz C'aasytheaa

Jumat, 24 Agustus 2012

Ketika cinta itu pergi

sepi ku rasa dalam kesendirian
merenungi semua yang terjadi
akan cinta dan cerita yang kini melegenda di hati
mungkinkah akan selamanya seperti ini ?
adakah yang mampu tunjukan ku laut kebahagiaan ?
yang kelak akan mengukir sejarahdi dalam paper cintaku

ya...aku berharap seperti itu..
menutup cover kesedihan didalam buku hatiku..
dengan sang pena yang akan setia...

Karya ifhuutz 

Kelamku

Terdiam memperhatikan kemudi waktu
yang enggan berhenti
ku terbujur kaku
bukan di sudut
namun di pertengahan angin
mereka semilir
tapi aneh, tak ada satupun yang menyentuhku
Aku tak hanyut
hanya diam
harusnya ku terbang
melayang
menerjang awan
menembus langit
menghisap oksigen yang menyempit dan tertidur dengan lelapnya
tapi kaki ini kaku
berat
seolah terpaku pada tembok lembab
tangan ini hanya menyangga di depan leher
tanpa tau apa yang mesti dia lakukan
wajahku tengadah ke langit yang kusam
hanya awan menyamar
dan bintang bersembunyi di baliknya...
Bagaimana aku ini, apa yang harus aku lakukan di kelamku malam ini ?

Eva-29.03.2012
malam jumat


ini puisi karya temen aku.. 

Tak Rela

Sunyi mempertegas kebisuan 
Kebisuan hati yang tak ingin terucapkan
Seakan terpenjara dalam perasaan
Yang aku sendiri tak tau mengapa terjadi
Cemburu mendera ku setiap waktu
Yang karena nya aku merasa tak berdaya,
Merasa terabaikan..
dan hanya menjadi sebatas bayangan
Yang tak bisa menghilang
Hati ini luka melihat siapa yang memiliki nya
Bahkan tak mampu lagi
Aku menitikkan air mata

Perih..
Tak bisa ku tunjukkan perasaan ku
Tiada berarti aku di buatnya
Walau terasa berat
Tapi itulah aku..
Terperangkap dalam kebodohan cinta
yang tak bisa ku perjuangkan
Kini kisah ku hanyalah sebuah ilusi
Yang hanya bisa ku pandangi
Tanpa bisa ku miliki…

Penghianatan


terpaku aku mentap haru biru..
membelenggu menyentuh sukma..
hati menangis, langitpun berkabung,
skejap butiran itu jatuh menyentuh tanah..
bersama rintik hujan aku merasakan sakit itu..
penghianatan itu aku dapat darimu..
menyisakan janji telah telah membusuk dalam cintamu..
kesetiaanpun hanya fatamorgana di gersangnya kasih sayang..

kini cahaya merah mulai terbentang di ufuk barat..
tak perlu aku kenang untuk hari esok..
biarlah malam menghapus semua kenangan itu..

dhe.sastra
21.08.2012
Blogger Gadgets